Setahun Egi-Saiful Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Lampung Selatan, Begini Respon Elemen





KALIANDA - Wartagloballampung.id
Setahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama - Syaiful Anwar diwarnai  aksi demonstrasi oleh sejumlah mahasiswa yang menamai diri Front Cipayung Plus,  ( Senin 23 Februari 2025. )

Dalam aksi itu, setidaknya ada 3 subtansi utama yang disampaikan oleh kelompok mahasiswa tersebut.

Pertama, kelompok mahasiswa yang terdiri dari gabungan beberapa organisasi mahasiswa seperti IMM, PMII, HMI, Dema STAI Yasba, BEM UIM, serta BEM UMK  itu meminta dialog secara langsung dengan Bupati Egi terkait 2 tuntutan berikut ini.

Kedua, terkait program unggulan Pitu Vista yang menjadi janji kampanye pada saat pilkada. serentak 2024 lalu. Demonstran mempertanyakan realisasi hingga dampak manfaat dari program tersebut hingga menganggap perlu dilakukannya evaluasi. 

Ketiga, adanya 7 poin tuntutan yang ditujukan kepada pasangan kepala daerah yang dilantik oleh Presiden Prabowo pada 20 Februari 2025 lalu. Yaitu: 
1, meminta Egi-Saiful menjalankan pemerintahan yang inklusif dan  transparan. 2, mendesak penguatan SDM (Sumber Daya Manusia) melalui pendidikan formal dengan beasiswa maupun non formal via pelatihan keterampilan.

Ke-3, kepastian hukum untuk kesejahteraan  bagi THLS pada Pemkab Lamsel.
 4, menerbitkan peraturan bupati yang mewajibkan setiap perusahaan di Lamsel menyerap 80% tenaga kerja lokal. 
5, perbaikan struktur pemerintahan agar lebih efisien dan meningkatkan pelayanan publik.

Ke-6, menuntut pemerataan infrastruktur yang berkeadilan di seluruh wilayah dan rumah layak huni dan kepastian hukum.  Poin terakhir ke-7, memberantas pungli (pungutan liar) di internal pemerintahan Lampung Selatan terkait perizinan dan terkait instansi lainnya.
Aksi unjuk rasa tersebut terpantau secara overall berjalan kondusif. Massa bergerak dari Lapangan Cipta Karya, Kalianda, menuju kompleks perkantoran bupati dengan melakukan konvoi menggunakan sepeda motor, disertai satu unit mobil komando. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung berorasi secara bergantian.

Sempat ke kantor DPRD, aksi unjuk rasa itu turut diwarnai dengan aksi bakar ban bekas. Meski situasi sempat memanas ketika perwakilan mahasiswa tetap kekeuh mendesak supaya bersua bupati Egi pada saat itu juga. 
Beruntung perwakilan Pemkab Lamsel, yang terdiri dari Asisten Pemerintahan dan Kesra Darmawan, Asisten Ekobang Edi Firnandi, Kepala Dinas PMD Erdiansyah, Staf Ahli Bupati Bidang PHP Anton Cermana,  kepala Kesbangpol Martoni dan Maturidi selaku Kasat Pol-PP dapat meredam setelah beberapa kali dilakukan dialog.

 "Bapak bupati akan ada pertemuan dengan InJourney," kata Darmawan. Darmawan juga bilang kalau pertemuan mahasiswa dengan Bupati Radityo Egi Pratama dalam menelaah Pitu Vista akan dijadwalkan kedepannya. Bahkan Darmawan menyatakan jika dirinya langsung yang nantinya akan mempersiapkan pertemuan termasuk kabar waktunya. "Kami akan jadwalkan di ruang yang lebih kalau ingin mengkaji Pitu Vista," imbuh Darmawan.

Tanggapan Elemen 

Menanggapi aksi unjuk rasa oleh mahasiswa tersebut, relawan Egi-Saiful pada pilkada lalu, Dian Rizky merespon positif. Dihubungi melalui telepon aplikasi perpesanan WhatsApp, Dian Rizky yang saat ini sebagai ketua Komunitas Sosial Mandira, menilai aksi para mahasiswa untuk mengevaluasi setahun Egi-Saiful sejatinya sebuah permintaan sederhana, namun penuh makna. 

"Kalau menurut keyakinan saya Bang, aksi adik-adik mahasiswa ini sebenarnya positif. Artinya, jangan segala kritik, masukan dan saran baik itu dalam bentuk unjuk rasa ataupun berupa karya jurnalistik dengan penulisan artikel selalu diartikan negatif atau menyerang. Asal tidak ditunggangi tendensi pihak tertentu, saya pikir penyampaian dari para mahasiswa ini adalah gagasan dan pemikiran yang segar serta kritis atas kepedulian terhadap daerahnya," ujar Dian Rizky seraya menambahkan bahwa penilaian dirinya dengan Bupati Egi bukan lah sosok pemimpin yang antikritik.

Hanya saja, terus dia, keinginan dialog secara langsung kelompok mahasiswa tersebut tidak sinkron dengan agenda kegiatan bupati. Namun begitu, Dian Rizky menyarankan, baik itu penyampaian aspirasi hingga prosesi dialog dengan bupati Egi nantinya jika terwujud, dapat disampaikan dengan niat dan adab yang baik, yakni selaku siswa kaum terpelajar dan juga umat muslim. 

"Kalau perlu, adik-adik mahasiswa gelar seminar ataupun kajian secara akademik apa  yang dimaksud dengan Pitu Vista, apa dan bagaimana Misi 7 Vista tersebut dapat menjadi Visi atau pintu masuk  supaya Lampung Selatan menjadi daerah yang maju dan unggul. Folow up-nya mungkin dapat dilaksanakan melalui podcast secara terbuka dengan mengundang akademisi serta menggandeng influencer lokal yang saat ini mulai populis di jagad raya dunia maya," imbuhnya.

Capaian & Prestasi Selama Setahun 

Dian Rizky mengaku tak masalah dengan adanya permintaan evaluasi setahun pemerintahan Egi-Saiful. Menurut Dia, permintaan elemen masyarakat tersebut syah-syah saja sebagai hak penyampaian berpendapat yang dijamin konstitusi serta bagian dari upaya perbaikan tata kelola pemerintahan agar menjadi lebih baik lagi. 

Dengan penerapan manajemen evaluasi, menurut Dian Rizky akan membentuk parameter dalam capaian progres rencana pembangunan. Apa-apa saja yang sudah dicapai dan mana saja yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar lebih optimal. Menurut catatannya, Dian Rizky menyampaikan sejumlah pencapaian dan prestasi Egi-Saiful selama setahun :

"Sepanjang tahun 2025, pemda melalui Dinas PUPR telah melakukan pembangunan dan peningkatan jalan kabupaten sepanjang 72.258 kilometer di 53 ruas pada 17 kecamatan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 33 kilometer telah diperbaiki di 12 ruas jalan strategis.Tingkat kemantapan jalan pada tahun 2024 berada di angka 54,97 persen. Setelah berbagai perbaikan, tahun 2025 meningkat menjadi 60,96 persen,” ungkap Dian Rizky seraya menegaskan data yang diungkapkannya otentik dari sumber resmi.

Di sektor perumahan, tambah Dian Rizky, Pemkab Lamsel tercatat telah memperbaiki 465 unit rumah tidak layak huni melalui program Bedah Rumah. Atas dukungan dan kolaborasi dengan Wanita Filantropi Indonesia serta dukungan dari dana desa, maka menghasilkan tambahan 221 unit rumah yang telah selesai dibangun.

"Fokus Pemda juga diarahkan pada percepatan penurunan stunting. Berdasarkan data SSGI 2024, prevalensi stunting tercatat 10,4 persen, menjadikan Lampung Selatan sebagai daerah dengan angka terendah se-Provinsi Lampung. Alhasil untuk 2025, target penurunan stunting hingga 5 persen mudah-mudahan tercapai," ucapnya.

Di bidang pelayanan publik, kepesertaan BPJS Kesehatan telah mencapai 97,90 persen, sementara layanan administrasi kependudukan kini dapat diakses di seluruh 17 kecamatan melalui sejumlah terobosan dan inovasi.

"Alhamdulillah, faktanya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta RSUD Bob Bazar menerima penghargaan predikat 'Sangat Baik' dari Kementerian PANRB atas capaian peningkatan tersebut," tukasnya.

Prestasi & Penghargaan 

Terakhir Dian Rizky mengungkapkan sejumlah raihan penghargaan yang cukup prestise yang diterima oleh Pemkab Lamsel hanya dalam kurun waktu setahun belakangan. Menurut dia raihan penghargaan adalah salah satu bukti kongkrit serta pengakuan dari pencapaian prestasi, berikut daftarnya : 

- Peringkat Tiga Besar Terbaik se-Lampung pada Survey Kepuasan Publik 2025 (Grade A)

- Stand Terinovatif APKASI Otonomi Expo

- Penghargaan pada peringatan Hari Keluarga Nasional ke-32 tingkat Provinsi

- WTP ke-9 berturut-turut dari BPK RI

- Penghargaan Penguatan Perhutanan Sosial (SSF) dari Kementerian Kehutanan

- Adi Praja Satwa Sewaka Madya, Kabupaten Layak Anak kategori Nindya

- Penghargaan Pemimpin Daerah 2025 iNews TV

- Keunggulan Integrasi Pariwisata dan Keberlanjutan Pangan dari KITA Awards 2025 Garuda TV

Atas raihan dan capaian tersebut, Dian Rizky berharap Egi-Saiful supaya tidak berpuas diri. Menurut dia, evaluasi itu dianalogikan layaknya seperti tenaga medis yang mendiagnosa penyakit seorang pasien, mencari dan mengakui adanya kekurangan yang butuh diperbaiki. Dalam ilmu kesehatan, diagnosis yang tepat merupakan separuh dari proses pengobatan. Dalam perjalanan, hal itu bukan lah sebagai sebuah kelemahan tapi adalah sumber kekuatan untuk mencapai tujuan. 

(*)

Popular posts from this blog

Tangis Pecah di Kejari Kalianda, Ratusan Warga Dapil VI Antar Supriyati dengan Air Mata dan Doa

BREAKING! Segini Skema Gaji PPPK Paruh Waktu di Lampung Selatan

Polres Lampung Selatan Buka Layanan SKCK Di Polres, Polsek Natar, Tanjung Bintang, Kalianda pada sabtu dan minggu, Fasilitasi Peserta P3K.