Tangis Pecah di Kejari Kalianda, Ratusan Warga Dapil VI Antar Supriyati dengan Air Mata dan Doa
Kalianda Lamsel 5 Februari 2026 ,— Wartagloballampung.id
Suasana duka dan haru menyelimuti halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalianda, Kamis (5/2/2026). Ratusan masyarakat dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI datang berbondong-bondong untuk mengantar Supriyati, anggota DPRD Lampung Selatan, menjelang proses eksekusi perkara yang menimpanya.
Sekitar 300 warga tiba sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan empat unit bus serta kendaraan pribadi. Mereka datang dari Kecamatan Tanjung Bintang, Tanjung Sari, dan Merbau Mataram. Jarak jauh dan terik matahari tak menyurutkan langkah mereka. Bagi warga, hari itu adalah hari yang sangat berat — hari perpisahan dengan sosok yang selama ini mereka anggap sebagai tempat mengadu dan berharap.
Tangisan pecah begitu Supriyati tiba di halaman Kejari. Banyak warga, terutama ibu-ibu, tak kuasa menahan air mata.
Beberapa terlihat saling berpelukan, sementara lainnya terus memanggil nama Supriyati dengan suara bergetar. Rasa sedih, kehilangan, dan ketidakpercayaan bercampur menjadi satu.
“Bu Supriyati itu orang baik. Beliau selalu ada untuk kami. Kami benar-benar merasa kehilangan,” ujar seorang warga sambil menangis.
Bagi masyarakat Dapil VI, Supriyati bukan sekadar wakil rakyat. Ia dikenal sering turun langsung ke lapangan, mendengar keluhan warga, membantu persoalan sosial, hingga hadir di saat masyarakat membutuhkan. Karena itu, vonis yang diterimanya meninggalkan luka mendalam bagi warga yang merasa kehilangan sosok yang mereka cintai.
Warga yang hadir juga menyampaikan permohonan agar pihak Kejaksaan dapat mempertimbangkan kembali tuntutan terhadap Supriyati.
Mereka menilai Supriyati tidak bersalah dan menjadi korban dari keadaan yang tidak pernah ia niatkan.
“Kami yakin beliau tidak berniat jahat. Selama ini beliau hanya berbuat baik untuk masyarakat. Rasanya sangat sakit melihat orang sebaik ini harus mengalami hal seperti ini,” ungkap warga lainnya dengan mata berkaca-kaca.
Dalam keterangannya, Supriyati dengan suara lirih menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui jika ijazah yang dipermasalahkan adalah palsu. Ia menegaskan bahwa sejak awal dirinya mendaftar sebagai calon legislatif dengan menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL) dan telah mengikuti seluruh proses yang ada.
“Saya tidak pernah berniat menipu atau berbuat jahat. Semua saya jalani dengan jujur,” ucap Supriyati singkat, menahan haru.
Salah satu warga, Yudi (39) dari Desa Trimulyo, Kecamatan Tanjung Bintang, menyampaikan jeritan hati masyarakat kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
“Pak Presiden Prabowo, kami mohon dengan sangat, tolong bebaskan Bu Supriyati. Dia tidak bersalah. Dia orang baik, selalu membantu kami. Kami sangat sedih dan terpukul,” katanya, disambut isak tangis dan seruan dukungan dari warga lainnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan, Merik Havit, S.H., M.H., meminta masyarakat untuk tetap tabah dan terus mendoakan Supriyati.
“Ibu Supriyati adalah orang baik. Hari ini adalah hari yang berat bagi kita semua. Mari kita doakan yang terbaik untuk beliau,” ujarnya.
Aksi pengantaran tersebut berlangsung tertib, namun penuh duka. Tangis ratusan warga menjadi saksi betapa dalam rasa kehilangan masyarakat Dapil VI terhadap Supriyati — sosok wakil rakyat yang bagi mereka bukan hanya pemimpin, tetapi juga bagian dari keluarga. Red